Hukum Ekonomi Syariah Adalah ???

Hukum Ekonomi Syariah ???


Hukum Ekonomi Syariah


Hukum Ekonomi Syariah-. Setiap manusia di dunia ini pasti membutuhkan yang namanya ekonomi karena ekonomi merupakan cara kita untuk bertahan hidup. Setiap manusia pasti sudah diatur rezeki dan ekonominya masing-masing dan Allah juga mengatur sistem ekonomi tersebut. Di dalam islam dikenal dengan istilah hukum ekonomi syariah. Lalu apa sih hukum ekonomi syariah tersbut ???

Hukum ekonomi syariah adalah hukum yang wajib dijalanakan oleh setiap umat muslim. Karena hukum ekonomoi syariah bukan hanya sekedar hukum ekonomi biasa sebab hukum ekonomi syariah adalah hukum ekonomi yang telah sesuai dengan prinsip-prinsip dasar ekonomi islam

Ekonomi Syariah sesuai dengan Al-quran dan Hadist


Sumber Ekonomi syariah sendiri didapat dari Al-quran, hadits dan pendapat ulama. Ketiga sumber tersebut sangat kuat untuk dijadikan pendoman menentukan sistem yang ada di ekonomi syariah. Alquran menjadi sumber utama yang dibantu oleh hadist-hadits dan pendapat ulama.

Dalam hidup ekonomi menjadi hal yang sangat penting, karena menjadi penentu keberlangsungan hidup manusia. Manusia membutuhkan modal untuk melakukan aktifitas sehari-hari seperti makan, minum, beli bensin untuk mobil atau motor dan masih banya lagi hal-hal yang membutuhkan modal atau uang. 

Dengan adanya hukum ekonmi syariah diharapkan tidak ada lagi hal-hal yang merugikan salah satu pihak. Ekonomi syariah diharapkan dapat membuat ekoonomi yang adil dan Rahmatan Lil Alamin sesuai dengan pedoman islam.

Baca Juga :

Prinsip Ekonomi Syariah


Ekonomi syariah merupakan satu hal yang wajib dilakukan oleh seluruh umat islam didunia. Hal ini dikarenakan berkaitan erat dengan kemakmuran dan kesejahteraan umat manusia. oleh karena itu berikut hal-hal  yang menajadi dasar atau prinsip hukum ekonomi syariah yang sesuai dengan Al-quran

1. Transaksi Ekonomi yang Berbasis Sosial dan Spiritual

Ekonomi syariah selalu mengedepankan transaksi yang berdasarkan spiritual dan sosial masyarakat.
Hal ini berkaitan dengan aturan zakat dalam islam. Orang-orang yang memiliki harta lebih harus memberikan atau menymbangkan sebagian hartanya untuk orang-orang yang kurang mampu. 

Masalah ekonomi sangat erat sekali dengan masalah spiritual. hubungan antara sesama manusia tidak boleh lepas dari masalah hubungannya dengan ketuhanan.

Dan setiap orang yang menunikan zakat haruslah menunaikan sholat. Orang-orang yang menyembah Allah harus juga mumiliakan kesejahteraan antar umat manusia tidak cukup dengan menyembah Allah Saja

2. Menjauhi Riba

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.” (QS Ali Imran : 130)

Dari kutipan ayat diatas sudah jelas bahwa Riba adalah sesuatu yang haram dalam islam bahkan hukumannya pun tidak main-main adalah neraka. Bisa dibilang riba adalah kejahatan yang tinggi, riba dapat merugikan para fakir miskin atau bisa dibilang seperti membunuh mereka pelan-pelan karena riba sangat tidak menguntungkan sama sekali bagi  mereka.

Riba sendiri dapat memperbanyak kemisinan yang ada dimasyarakat. karena riba itu dapat merugikan salah satu pihak. untuk itu sebagai umat beragama yang baik sebaiknya kita sangat meperhatikan riba. Jangan sampai kita terjerumus kedalam dosa riba.

3. Judi

Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya.” Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: ” Yang lebih dari keperluan.” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir,”  (QS Al-Baqarah : 219)

Di dalam ayat tersebut sudah dijelaskan bahwasannya judi itu haram. Karena judi itu adalah sebuah peruntungan. Dan islam melarang ekonomi yang berkitan dengan peruntungan. karena yang namnya peruntungan itu memiliki ketidakjelasan dan mengadu nasib pada sesuatu yang tidak pasti itu dilarang oleh agama

Judi akan menjadi harta yang tak bergerak. sedangkan manusis diperintahkan Allah untuk mencari karunianya dengan mencari rezeki untuk diolah dan dikembangkan sehingga semakin tergali potensi yang ada di muka bumi ini.

4. Pelarangan Gharar

Gharar merupakan sesuatu yang tidak jelas atau suatu yang samar. Artinya, ketika kita bertransaksi ekonomi maka harus dipastikan terlebih dahulu jenis,  jumlah, barang atau produk ekonominya supaya tidak ada yang saling merugikan. Di dalam islam kita di ajarkan agar transaksi ekonomi selalu disertai oleh akad dan perjanjian yang jelas dan pasti. Dan di dalam hal ini ekonomi syariah selalu mengedapankan hal tersebut, agar tidak ada yang merasa terzalimi kemudian harinya.

5. Prinsip Akuntable

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu’amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah mengajarkannya, maka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada hutangnya.” (QS Al Baqarah : 282)

Di dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa Transaksi ekonomi apapun itu haruslah tercatat dan terekam dan harus transparan secara jelas. Hal ini dikarenakan untuk menghindari kelupaan, konflik dan pihak yang semena mena terhadap-nya dikemudian hari. di zaman sekarang ilmu-ilmu akutansi sangatlah erat kaitannya dengan hal seperti ini. 

Dengan Adanya data-data yang telah tercatat secara jelas dan transparan ini akan membuat transaksi menjadi lebih aman dan nyaman

Baca Juga :

Itulah sedikit informasi mengenai Hukum Ekonomi Syariah, semoga anda dapat memahami dengan seksama dan anda juga tidak terlibat dengan hal yang dilarang oleh agama seerti yang telah disebutkan diatas.

Terima kasih semoga bermanfaat


EmoticonEmoticon