Cara Ternak Murai Batu Sistem Poligami

Cara Ternak Murai Batu Degan Sistem Poligami


Cara Ternak Murai Batu Sistem Poligami-. Ternak Burung sekarang ini telah banyak menjadi hobi bagi sebagian masyarakat kita.Tapi sangat jarang masyarakat memanfaatkan hobi tersebut untuk menghasilkan uang, mereka hanya terfokus untuk memelihara burungnya tapi tidak tahu kalau sebenarnya hobi tersebut bisa dijadikan ladang uang.

Dan burung yang sedang banyak dipelihara sekarang ini adalah burung murai batu. Burung murai batu memiliki nilai ekonomis yang cuku baik, Anakan murai batu yang masih berumur 2-3 bulan bisa dihargai Rp 2jt - 5jt tergantung dari kualitas indukannya. Dan semakin sering burung tersebut mengikuti perombaan maka harganya pun semakian naik bahkan bisa mencapai ratusan juta per ekornya

Dan itulah yang memuat banyak orang mulai melirik bisnis murai batu ini. Untuk memulai bisnis ini sebenarnya tidaklah terlalu sulit, kamu bisa mengikuti langkah-langkah yang ada di bawah. Dan sekarang ini untuk ternak murai batu ada tekhnik yang namanya tekhnik Sistem Poligami.

Cara Ternak Murai Batu Sistem Poligami
Cara Ternak Murai Batu Sistem Poligami

Apa itu Sitem Poligami


Sistem Poligami sendiri adalah sebuah sistem ternak burung murai batu dengan mengawinkan seekor burung murai dengan beberapa burung murai lawan jenis. baik itu murai jantan dengan beberapa murai betina ataupun sebaliknya murai betina dengan beberapa murai jantan.

Ternak murai batu sistem poligami ini memiliki beberapa manfaat dibandingkan dengan tekhnik biasa. Berikut beberapa manfaat dari ternak murai batu sistem poligami
  • Dapat meningkatkan produksi dan anakan murai batu
  • Dapat menghemat indukan jantan ,khususnya untuk indukan yang memilki keulaitas bagus
  • Perawatan dan pengontrolan dapat lebih mudah
  • Dapat mengehmat biaya pembuatan dan perawatan kandang
Sistem Poligami ini sebenarnya bukanlah suatu hal yang baru, sistem ini suda sangat umum dilakukan oleh para peternak burung murai. Dari 1 indukan jantan biasanya bisa dipasangakn sampai dengan 5 indukan betina. Tentu itu bisa menhemat indukan jantannya. Ternak Murai Batu Sistem Poligami sendiri
memiliki 3 metode dalam pengerjaanya, Berikut 3 Ternak Murai Batu Sistem Poligami :

Metode Ternak Burung Puyuh Sistem Poligami


1. Metode Kawin - Cabut

Metode ini digunakan dengan cara memindahkan indukan jantan dari 1 betina ke indukan betina yang lainnya. Pada saat indukan betina mulai mengeram maka saat itu juga indukan jantan harus langsung dipindahkan ke tempat indukan betina lainnya.

2. Metode Harem

Metode ini bisa diterapkan dengan cara meletakan atau menempatkan 1 indukan murai batu jantan dengan 2 ekor indukan murai batu betina dalam satu kandang. Dengan sayarat 2 ekor indukan betina tersebut harus sudah akrab agar nantnya tidak berantem di dalam kandang. Ukuran kandangnya pun jangan telalu kecil agar indukan tersebut lebih leluasa dalam membuat sarang di dalam kangnya.

3. Metode Casanova

Metode ini adalah lanjutin dari metode harem. Dimana ke 2 indukan betina harus mengeram bersamaan dan indukan jantannya harus segera dipindahkan ke kandang lain untuk dilakukan metode harem lagi dikandang tersebut .

Baca Juga : Cara Beternak Telur Puyuh Bagi Pemula 

Cara Ternak Murai Batu Dengan Teknik Poligami


Cara Ternak Murai Batu Sistem Poligami

1. Menentukan lokasi untuk membuat kandang

Hal pertama yang harus kamu lakukan untuk memulai ternak burung murai batu adalah dengan menentukan dimana letak posisi kamu akan membuat kandang untuk murai batunya nanti. Biasanya tempat yang sering dipergunakan untuk ternak murai batu adalah di pekarangan rumah, samping rumah atau pun belakang rumah tergantung atau juga bisa di tempat-tempat lain yang jauh dari pekarangan rumah kamu asalkan kamu bisa mengontrolnya.Pemilihan lokasi kandang akan sedikit besar mempengaruhi keberhasilan kamu nanti kedepannya dalam ternak murai batu.

2. Menentukan ukuran kandang

Ukuran kandang jangan sampai lupa dperhatikan. Ukuran kandang harus sesuai dengan kebutuhan, jangan sampai kebesaran atau kekecilan. Ukuran kandang yang terlalu besar dapat mengakibatkan murai batu menjadi sangat aktif nantinya, itu akan membuat energi murai batu tersebut cepat habis. Sedangkan kandang yang terlalu kecil akan menyebabkan murai batu stress sehingga dapat menggangu pada saat reproduksi nanti.

Untuk ukuran kandang sendiri bisa memakai patokan berikut
  • Kandang ukuran kecil : 60 cm x 60 cm x 60 cm (panjang x lebar x tinggi)
  • Kandang ukuran sedang : 100 cm x 200 cm x 200 cm (panjang x lebar x tinggi)
  • Kandang ukuran besar : 200 cm x 200 cm x 300 cm (panjang x lebar x tinggi)

3. Peralatan pendukung kandang

Peralatan pendukung ini sangat penting untuk menujang kehidupan murai batu selama dikandang. Peralatan-peralatan yang harus disiapakan seperti Tanggeran, bahan sarang, dan tempat makan dan minumnya.

Tanggeran sendiri bisa menggunakan kayu, bambu atau besi. Yang terpenting bisa digunakan burung muai untuk tanggerannya. Namun peletaka tanggeran juga jangan sembarangan, sebab peletakan yangtidak tepat malah akan membuat aktifitas si burung murai terganggu nantinya.

Dan untuk tempat makan dan minum harus saling berdekatan dan mudah dijangkau oleh si burung murai batu. Dan untuk kebersihan tepat makan danminum harus terus dijaga agar tidak tercemar oleh bahan-bahan kimia

Untuk sarang bisa menggunakan ahan seperti baskom plastik yang kecil, kuali bekas, tempat nasi anyaman bambu. Tapi lebih disarankan menggunakan anyaman bambu karena burung murai akan lebih nyaman apabila dibuatkan sangkar menggunakan anyaman bambu.

4. Selalu menjaga kebersihan kandang

Kebersihan merupakan faktor penting di dalam Ternak Murai Batu Sistem Poligami. Menjaga kebersihan bertujuan agar burung-burung murai tersebu tidak terkena serangan penyakit dan burung pun lebih nyaman dengan kondisi kandang yang bersih.

Cara perawatan kandang murai batu
  • selalu mebersihkan tempat makan dan minum burung murai setiap hari
  • Pakan dan minum burung pun harus dibersihkan setiap hari dan apabila ada sisa pakan yang belum habis bisa langsung dibuang.
  • Untuk kotoran burung murai harus dibersihkan setiap hari dan kotorannya bisa dibuang ditepat khusus pembuangan kotoran
  • Kadang harus dibersihkan secara keseluruhan setaiap seminggu sekali atau seminggu dua kali
  • Setelah dibersihkan kandang bisa diberi obat anti kuman supaya burung bisa terhindar dari kuman-kuman yang bisa menimbulkan penyakit.
  • Tempat tanggeran burung harus dibersihkan minimal seminggu sekali

5. Pemberian pakan pada burung murai batu

Pemberian pakan murai batu harus dilakukan secara rutin. Pakan akan membuat proses perkembangan si burung murai tersebut. Pakannya sendiri bisa berupa pakan alami, pakan buatan dan pakan campuran antara pakan alami dan pakan buatan

Air minum juga jangan sampai dilewatkan, Burung murai membutuhkan banyak sekali airminum , dalam satu hari burung murai bisa minum 4-5 kai. air minum akan membantuk proses metabolisme burung murai batu dan meminimalisis berbagai parasit yang bisa saja masuk ke dalam tubuh burung murai.

Pakan Alami
Burung murai batu adalah salah satu burung pemakan daging atau karnivora di habitat aslinya, maka sebaiknya kita sebagai peternak harus bisa untuk mencukupi pakan murai ini dengan pakan alami, antara lain sebagai berikut.

- Kroto
semut kroto merupakan salah satu makanan favorit dari burung murai, selain itu ada juga seperti ulat, rangrang, dan serangga yang di sukai burung murai.

- Vour
vour ini bisa menjadi pilihan lain sebagai pakan favorit burung murai, Vour ini bisa ditemukan di toko  khusus jual pakan ternak yaitu vour khusus burung kicau.

6. Pengembangbiakan Sistem Poligami

  • Pengembang biakan sudah bisa dilakukan untuk burungmurai yang berumur kurang lebih 1 tahun. 
  • Masukan 2 ekor burung murai batu betina kedalam satu sangkar tunggu sampai 2 mingggu an. 
  • Jika sudah 2 minggu masukan burung murai jantan beserta dengan sangakarnya, ini bertujuan agar si burung murai jantan tidak menyerang burung murai betina. Biarkan mereka beradaptadi terlebih dahulu.
  • Ketika burung betina sudah mulai berani mendekati sangkar burung jantan maka burung murai jantan bisa langsung di keluarkan dari kandangya.  

7. Merawat Anak Burung Murai

Untuk anaka burung murai batu yang masih berusia 7 – 14 hari bisa deberi pakan dengan campuran voer dan krota yang telah diencerkan. Pemberian pakan bisa dilakukan setiap 1 jam sekali. Ketika anakan sudah mencapai usia 15 hari maka bisa di beri pakan kroto. Selain itu juga harus tetap memperthatikan kesehatan si anak burung murai tersebut.

8.  Memandikan Burung Murai Batu

Burung murai juga harus sering-sering dimandikan agar kesehatan dan kebugaran tubuhnya tetap terjaga dengan baik. Untuk cara memandikan burung murai ada 2 cara
  • Cara pertama adalah dengan memandikan burung murai ke dalam bak mandi dengan cara memindahkan burung murai ke dalam sangkar yang sudah tersedia bak mandi 
  • Cara yang kedua adalah dengan menyemprotkan air ke burung murai. Menyemprotkannya juga jangan sekaligus ke badan burungmurai tetapi harus perlahan-lahan mulai dari atas sangakar baru kemudian ke badan burung murainya. 
Itulah sedikit materi tentang bagaimanan Cara Ternak Murai Batu Sistem Poligami. Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk anda. Terima kasih...





EmoticonEmoticon