Teknik Budidaya Lele Sistem Boster Terlengkap

Teknik Budidaya Lele Sistem Boster


Apa Itu Budidaya Ikan Lele Sistem Boster ?


Budidaya Lele Sistem Boster -. Kalo sebelumnya kita sudah membahas tentang budidaya lele organik dengan em4 kali ini kita akan melajutkan pembahasan mengenai Teknik Budidaya Lele Sistem Boster. Budidaya Ikan Lele Sistem Boster sendiri ialah budidaya yang sangat intensif yang menerapkan teknologi dengan tebar benih yang lumayan padat antara 500-1000 ekor benih per meter persegi dan menggunakan aplikasi produk suplemen boster.

Budidaya Lele Sistem Boster ini sangatlah efektif dengan hasil panen yang melimpah serta berkualitas. Metode ini sangatlah mempermudah saat pemeliharaan air, menjaga kesehatan ikan lele, menekan kebutuhan pakan, serta menekan resiko gagal panen dan dapat menaikan laba atau profit.

Baca Juga : Teknik Cara Budidaya Lele Organik Dengan EM4

Teknik Budidaya Lele Sistem Boster
Teknik Budidaya Lele Sistem Boster

Keunggulan Budidaya Lele Sistem Boster Dibanding Budidaya Ikan Lele Lainnya

  1. Efisiensi pakan dan tenaga kerja. 
  2. Dapat menggunakan lahan yang sempit dan equipmen kolam sedikit. 
  3. Menghemat listrik dan air. 
  4. Peningkatan mutu produk budidaya untuk pengolahan karena memberikan jaminan keamanan pangan. 
  5. Luasan kolam sempit, tonase tinggi. 
  6. Mudah meng-handling masalah penyakit. 

Sarana dan Prasarana Manajemen Budidaya Ikan Lele Dengan Metode Booster.

  • Manajemen kualitas air kolam. 
  • Membangun konstruksi kolam dengan sistem booster. 
  • Manajemen kesehatan ikan lele, sekaligus pengendalian patogen 
  • Manajemen pakan ikan lele, untuk memastikan agar pakannya berkualitas. 

Langkah - Langkah Teknik Budidaya Lele Sistem Boster


1. Persiapan Kolam

Desain dan asitektur kolam menggunkan arsitektur sistem boster dengan membuat sirkulasi dasar ditengah kolam (central drain).

2. Persiapan Air Pada Kolam

Air bersih dimasukan kedalam kolam yang tingginya 60cm, kemudian lakukan sentrilisasi air dengan menggunakan Bloster blue coper dan tebar boster mastab. Kemudian lakukan pertumbuhan plankton dengan pencampuran antara fermentasi dedak, boster palnktop, boster aquenzym, amino liquid dan 2 liter air yang dibiarkan kurang lebih selama 2-3 hari. Lalu hasil dari fermentasi tadi ditebar kedalam kolam sampai air kolam berubah warna menjadi hijau kecoklatan.

Plankton tersebut berfungsi sebagai penyuplai pakan alami untuk ikan lele. Dengan begitu akan membuat ikan lele mengalami pertumbuhan lebih cepat. Namun apabila pengelolaan tersebut tidak cermat, maka kualitas air akan berubah-ubah. Dan itu akan mengakibatkan ikan lele merasa tidak nyaman.


3. Penyiapan Benih Dan Pakan Ikan Lele

Benih lele yang digunakan untuk budidaya adalah yang ukurannya 5-7 cm dan harus diberikan boster fish imunovit 10 cc per 10 liter air. Lalu benih ikan lele tadi ditebar di kolam saat sore hari supaya benih dapat dengan mudah beradaptasi.

Kebutuhan pakan ikan lele sangat besar dalam budidaya ikan lele. Namun dengan menggunakan sistem booster ini, persedian pakan ikan bisa dipangkas. Sebab dengan Budidaya Lele Sistem Boster ini bisa menekan dan memangkas kebutuhan pakan ikan. Dengan begitu, risiko gagal panen juga dapat dicegah dan sekaligus menaikan laba dan profit. Pakan yang diberikan harus disesuaikan dengan ukuran ikan lele terutama mulut lelenya. Dan Pakan lele yang digunakan harus memiliki kandungan protein yang tinggi sekitar 31-33 persen.

4. Pembesaran dan Kesehatan Ikan Lele

Benih yang sudah ditebar harus dibiarkan beberapa jam agar dapat beradaptasi terlebih dahulu dengan kondisi kolam. Setelah pergerakan benih sudah terlihat aktif berenang menyebar di dalam kolam, maka pakan sudah bisa diberikan secara bertahap sedikit demi sedikit.

Pada hari pertama, pemberian pakan ikan lele dilakukan sebanyak 4-5 kali dalam sehari sampai ikan terlihat benar-benar kenyang (adlibitum). Pakan ikan yang diberikan harus ditambah dengan boster grotop 2 gr, premix aquavita 2 gr per kg pakan yang harus dicampur setiap kali pemberian pakan ikan lele.

5. Manajemen Pakan Ikan Lele

Untuk awalan budidaya ikan lele, tingkat pemberian pakan ikan dilakukan sebanyak 4-5 kali dalam sehari secara rutin. Lalu setelah berjalan pertengahan pemberian pakan ikan dapat dilakukan sebanyak 3-4 kali dalam sehari sampai ikan lele tersebut dapat di panan. Pakan tersebut harus ditambahkan dengan boster vitaliquid 5 cc, boster amino 5cc per kg pakan. Proses Panen dapat dilakukan pada saat usia ikan lele mencapai 65 hari dengan target FCR = 1 : 0,7 dan survival rate sebesar 95%.

6. Peningkatan AntiBodi Pada Ikan Lele

Untuk meningkatkan kekebalan tubuh ikan lele atau antibodinya dapat dilakukan dapat dilakukan dengan menambahan boster fish imunovit pada pakan ikan lele sebanyak 2 cc per kg pakan yang bisa diberikan selama 3 hari. Selain itu pakan ikan lele juga bisa dicampur dengan suplemen lain seperti vitamin C dengan boster stress off agar supaya lele tidak mudah stress. 

7. Perawatan Air 

Air adalah media yang sangat krusial dalam budidaya ikan lele. Oleh karena itu sangat wajib untuk mengamati dalam perawatan air dan menjaganya agar tetap bisa mendukung perkembangan ikan lele. Anda harus bisa memelihara kebersihan pada dasar kolam. 

Sehingga ekosistem kolam dapat terjaga dengan baik. Desain central drain pada kolam sangat tepat diterapkan dalam budidaya ikan lele. karena bahan-bahan organik dapat terkumpul pada titik tengah, kemudian akan lebih mudah untuk dibuang.

Tinggi air pada kolam sekitar 60 cm pada umur 1-20 hari, kemudian selanjutnya air dinaikkan secara bertahap setiap 5 hari setinggi 10 cm hingga mencapai setinggi 1 m. Pembuangan kotoran lele dapat mulai dilakukan minimal 5 hari setelah penebaran. Kemudian saat lele sudah mulai besar, pembuangan kotorannya bisa dilakukan sebanyak 5-6 kali per hari. Pembersihan air harus dilakukan setiap minggu dengan boster blue coper. Setelah itu tebar boster manstap secara bertahap dengan dosis 30 ppm pada sore hari atau pagi hari. pH harus dilakukan pengecekan yaitu pada batas optimal 7,2-8,2. setelah dua hari dilakukan sterilisasi, tebarkan probiotik (boster aquaenzym atau boster sel multi).

8. Penanganan Penyakit Ikan Lele

Penyakit yang banyak menyerang saat budidaya ikan lele biasanya dari golongan bakteri, protozoa, parasit, instabilitas kualitas air. untuk mencegahan terserangnya penyakit saat proses budidaya ikan lele bisa dilakukan dengan membuka central drain untuk membersihkan kolam. Dan pembersihan air kolam harus dilakukan secara rutin dengan boster blue coper sesuai dosis, peningkatan antibodi dengan boster imunovit, Dan apabila terdapat parasit yang menempel pada tubuh ikan lele maka dapat dilakukan pemberian larutan air garam pada air kolam sebanyak kira-kira 40 gr per m3


Itulah sedikit informasi tentang Bagaimana Teknik Budidaya Lele Sistem Boster. Dalam melakukan budidaya ikan lele itu sebenarnya gampang2 susah. yang terpenting anda harus selalu menjaga kondisi air kolam supaya ikan lele yang ada didalamnya tidak stress.

Terima kasih semoga bermanfaat....


EmoticonEmoticon