Pengertian dan Jenis-Jenis Bisnis Internasional


Pengertian dan Jenis-Jenis Bisnis Internasional
Pengertian dan Jenis-Jenis Bisnis Internasional

Pengertian Bisnis Internasional


Pengertian dan Jenis-Jenis Bisnis Internasional-. Bisnis Internasoinal adalah bisnis yang lalu lintas kegiatannya melewati batas-batas negara yang dilakukan oleh sebuah perusahaan atau perorangan. Bisnis Internsional merupakan suatu kegiatan yang dilakukan antara negara yang satu dengan negara yang lain.  

Sejarah membuktikan bahwa sudah sejak berabad-abad lalu penduduk di seluruh dunia sudah melakuakn melakukan bisnis inrternasional, salah satu contohnya yaitu jalur sutra dan Amber Road. Kemudain beberapa abad kemudian para ahli mencetuskan teori-teori tentang aktivitas ekonomi lalu lintas penduduk negara.

Saat ini bisnis internasional bukan lagi hanya sekedar tentang kegiatan ekspor dan impor barang tetapi sudah menjadi hubungan simbiosis mutualis antara beberapa negara. Dengan hubungan antar negara ini banyak sekali keuntungan yang bisa diperoleh salah satunya terbukanya lapangan pekerjaan, kemajuan transportasi, dan mendorong industrialisasi.

Untuk Jenis-jenis Bisnis Internasional ada beberapa berikut Penjelasannya :

Jenis-Jenis Bisnis Internasional


1 Ekspor

Ekspor Adalah Kegiatan menjual barang keluar negeri. Terdiri dari dua jenis yaitu Inderect Export barang dan jasa melalui beberapa macam tipe pangkalan induk exportir. Dan Direct Ekspor adala mengekspor barang yang jasa atau barangnya di produksi sendiri.

2. Turnkey Project

Turnkey Project adalah mekanisme keahlian majerial, ekspor teknologi, dan sebagian bentunya perlengkapan modal. Pihak yang terlibat dalam  Turnkey Project adalah pihak kontraktor yang dimana dia setujuuntuk mendirikan dan mendesain sebuah pabrik, menyuplai bahan mentah, dan menyediakan teknologi pemrosesan

3. Countertrade


4. Licencing

Licencing adalah pengaturan kontrak dimmana satu perusahaan (the licencor) memberikan akses hak paten,keahlian,prosesur pemasaran,trademarks,rahasia penjualan atau teknologi kepada perusahaan lain (the licencee) untuk mendapatkan bayaran. Besar bayarannya tergantung bargaining power masing-masing perusahaan dan pihak licencee harus memberikan royalti sebesar 2 sampai 5 persen dari penjualannya sebagai ganti pertolongan (assistance) yang diberikan oleh licencor selama kontrak tersebut masih berlaku.

5. Franchising

Franchising adalah bentuk dari lisensi dimana satu perusahaan  melakukan kontrak dengan perusahaan lain untuk mengoperasikan tipe bisnis tertentu dibawah nama perusahaan yang sudah terkenal menurut peraturan yang spesifik.

6. Contract Manufacturing 

Contract Manufacturing adalah pengaturan kontrak dimana satu perusahaan bersedia untuk memproduksi barang bagi perusahaan lain,yang produk tersebut sesuai dengan spesifikasi permintaan perusahaan pemesan yang nantinya akan mereka pasarkan sendiri.

7. Management Contract

Management Contract adalah aturan dimana satu perusahaan menyediakan mekanisme manajemen dalam satu atau semua tempat kepada perusahaan lain


Semoga dapat bermanfaat untuk anda .. 


This Is The Newest Post


EmoticonEmoticon